Memutus Kebuntuan Komunikasi Pelukis dengan Masyarakat

dari Pameran Lukisan "Between Fashion"

Memutus Kebuntuan Komunikasi Pelukis dengan Masyarakat

PONTIANAK- Pelukis Pontianak mulai merubah mindset-nya untuk memperkenalkan keseniannya dan mentransfer ilmunya ke masyarakat. Selama lima hari, mulai 1 September hingga kemarin (5/9), 30 lukisan bersanding dengan produk fashion. Pameran dilakukan di Matahari Dept.Store A. Yani Mega Mall.

Komunikasi antara masyarakat dan pelukis, diakui Herfin, koordinator pelaksana kegiatan, menjadi penyebab kurang apresiasinya warga Pontianak terhadap kesenian ini.

"Kadang pamerannya di tempat tertentu saja, seperti Taman Budaya atau Galeri, yang bagi masyarakat awam terlalu ‘berat’, bagi mereka untuk singgah dan menikmatinya. Nah, gaya ini yang kita ubah. Bagaimana kita bisa masuk ke tempat yang sering mereka kunjungi. Kita yang bergerak. Ini yang kita lakukan, "kata pelukis muda Pontianak yang juga memamerkan karyanya di kegiatan ini. Menurutnya, sandengan antara lukisan dan produk fashion di Mall, merupakan salah satu strategi baru yang ditempuh guna menjawab kebuntuan permasalahan komunikasi antara Pelukis dan Masyarakat. Terutama generasi muda. "Kalau ditempat ini kan, masyarakat yang berkunjung heterogen. Nah, transfer ilmunya bisa nyambung. Ini yang kita inginkan, "katanya.

Pameran Lukisan yang merupakan salah satu bagian dari kegiatan ‘Geliat Seni Kalbar’ ini di ikuti 20 pelukis muda Pontianak dengan beragam aliran. Mereka diantaranya Kekes (Ada Apa Denganmu), Rully Iswanto (Amazing!!!), Jayus (Jangan Terbujuk Rayu si Hidung Belang), Kurniawan (Kupu-Kupu), Yudi (Habitat Arwana), dan Wawan (Mandi di Paret). Beberapa diantara lukisan yang dipamerkan juga laku terjual.

Di arena tersebut, pengunjung juga bisa dibuatkan lukisan sketsa wajah oleh pelukis Yudi. Bagian dari stan ini tak kalah menarik perhatian pengunjung mal yang tujuan utamanya berbelanja dan cuci mata.

Sebuah terobosan baru pelukis Pontianak untuk memperkenalkan karya seni terhadap masyarakat Pontianak yang semakin modern seperti saat ini. (zan)

(Tulisan ini disadur dari SuratKabar Pontianak Post, terbitan hari Rabu tanggal 5 September 2006)

Leave a Reply