Punya Tekad Majukan Kesenian Kalbar
Wednesday, January 17th, 2007- Kebun Kopi, Komunitas Pecinta Seni
Punya Tekad Majukan Kesenian Kalbar
Awalnya dari segelas kopi, ngobrol bareng di warung kopi, mereka saling berinteraksi dan berekspresi. Dari sini muncullah Komunitas Pecinta Seni atau disingkat Kebun Kopi. Kebun Kopi merupakan tempat gaul dan kongkow sesama pekerja seni maupun bukan pekerja seni yang mempunyai kebutuhan dan ketertarikan yang sama akan kesenian. Dapat bergaul secara sukarela, berekspresi untuk memajukan kesenian.
oleh: Budianto, Pontianak
Kebun Kopi !
Mendengar namanya, pasti kita akan terbayang sebuah kebun yang berisikan tanaman Kopi yang luas. Namun tak begitu, para seniman kota ini mengambil nama tersebut untuk menggambarkan sebuah komunitas para pecinta seni. Sekilas memang tak begitu nyambung dengan sebutan untuk sebuah komunitas pecinta seni. Tapi itulah, Kebun Kopi kini menjadi wadah kreasi para seniman muda kota ini, yang memiliki visi dan misi sama untuk membangun dan memajukan kesenian Kalbar.
Kami terbentuk pada 10 Juli 2006 lalu. Awalnya sih karena sering ngobrol bareng dengan para seniman di warung kopi gajahmada. Untuk lebih mencari dan mewadahi kegiatan positif para seniman, kami sepakat untuk membentuk Kebun Kopi," kata Ketua Sanggar Kebun Kopi Herfin Yulianto, SE, didampingi Cecep selaku Humas kepada Pontianak Post, kemarin.
Debut pertama yang dilakukan sanggar tersebut yakni membuat pameran lukisan yang dilaksanakan di Dept Store Matahari A yani Mega Mall, 1-5 September lalu. Pameran lukisan yang bertemakan "Between Fashion" tersebut di ikuti 25 pelukis terbaik Kalbar. Mereka menampilkan karya mereka dengan berbagai gaya lukisan. Pameran tersebut kami anggap cukup berhasil sebab, mendapat minat yang luar biasa dari masyarakat kota ini, kata Herfin.
Meskipun baru seumur jagung, Kebun Kopi terus berusaha memajukan dan mengenalkan sanggar mereka kepada masyarakat daerah ini. Mereka tak segan-segan mengajak para seniman atau yang tertarik akan seniman untuk bergabung dengan komunitas mereka.
Ditambahkan Cecep, niat Kebun Kopi memajukan kesenian di Kalbar begitu tulus. Dalam melakukan kegiatan, semisal menerbitkan newsletter mereka menggunakan dana pribadi. Dalam waktu dekat, Kebun Kopi juga memiliki niat untuk berkolaborasi memainkan alat-alat musik tradisional Dayak secara lengkap. Meskipun baru mencapai 40 % dan dengan sumber pendanaan yang minim kami tetap optimis untuk memajukan kesenian asli Kalbar ini," jelas Cecep panjang lebar sembari mengatakan Kebun Kopi juga tengah mempersiapkan pementasan akbar dengan kolaborasi berbagai karya seni para seniman Kalbar.
(Tulisan ini disadur dari Suratkabar Pontianak Post, terbitan hari Jumat tanggal 12 Januari 2007)