Program Kebun kopi
Tuesday, December 12th, 2006Program Kebun kopi
- Pameran lukisan " Between Fashion "
waktu pelaksanaan tgl 1-5 September 2006. di Matahari A. Yani Mega Mall Pontianak Kalimantan Barat. di ikuti 23 pelukis Pontianak antara lain: Ali fs, Eva Susanti, Gunawan, Joko, Haris, Hendry, Herfin, Herly Gaya, Iyan, Imam, Iwan Nambong, Jayus Agustono, Kekes, Kurniawan, Lim Sahih, Panca Espi, Parjio, Rudy Asbun, Rul Iswan, Wayan, Wawan Hadari, Yudi Purbaya, Zul ms. menampilkan karyanya dengan berbagai gaya lukisan.
- Newsletter Kebun kopi
Kami telah dua kali menerbitkan edisi newsletter, dengan jumlah delapan halaman, cetak hitam putih aja. sebentar lagi akan terbit edisi ketiganya loh, kami distribusikan secara gratis, dapatkan newsletter tersebut di distro-distro (distribusi outlet) kami.
dapatkan di tujuh distro newsletter kebun kopi:
- kios majalah matra, jl. patimura no.9 kompleks kios PSP, cp.aleng hp.08125734871.
- galeri aura, jl. pangeran natakusuma, depan kantor camat sumur bor, cp. wawan hp.085245099009.
- komunitas teater komsan, jl. suprapto, kampus stain, cp. daeng hp.05617092566.
- cafe wapres, jl. a. yani, komplek taman budaya pontianak, cp. mugi hp.081649185482
- distro blindfold, jl. a. yani, komplek untan, cp. zul hp 085245382818
- kios sangap encari, aula kedatangan bandara supadio, samping atm mandiri
- tamasya tour, jl. martadinata no.12 telp 777889
- Persiapan peralatan musik tradisional Dayak
Keinginan kami untuk memainkan alat-alat musik tradisi khususnya dayak sangatlah besar. kami ingin alat musik tersebut dimainkan sesara lengkap dan bersama seperti pada musik gamelan, angklung atau alat musik lainya. pada alat musik tradisi dayak jarang terjadi di mainkan secara lengkap apalagi di daerah perkotaan yang lebih banyak mengusung alat musik modern seperti band misalnya. kelangkaan tersedianya alat musik tradisi dayak, kelangkaan pembuat alat musik. kelangkaan bahan baku. kendala-kendala itu tak menyurutkan kami untuk mewujudkan impian tersebut. langkah-langkah telah kami ambil, kami telah mempersiapkan pengadaan alat musik tradisi dayak tersebut, walaupun baru mencapai 40 %, kami tetap optimis, walaupun dengan sumber pendanaan yang minim.